Warga Khawatir, Teror Pembacokan Kembali Makan Korban

Warga Khawatir, Teror Pembacokan Kembali Makan Korban

BANTUL,seputarmetro.net - Aksi komplotan klitih penyerang M Nur Sidiq (18) warga Sanan Bawuran Pleret Bantul di Jalan Imogiri Barat Sudimoro Timbulharjo Sewon Bantul Jumat pekan lalu belum terungkap. Kini aksi klitih kembali makan korban di Jalan Bantul Pucung Pendowoharjo Sewon Bantul, Minggu (26/11/2017) dinihari. Dalam kasus itu komplotan klitih berkendaraan motor matik menyerang secara brutal Ahsanul Fikri (17) warga Bantul. Akibat dari peristiwa itu korban mengalami luka bacok disiku kanan. Hingga kini kasus pembacokan orang tidak dikenal tersebut diusut pihak kepolisian. Jatuhnya korban akibat kejahatan jalanan atau kerap disebut klitih di Jalan Bantul - Pucung menambah panjang deretan kasus pembacokan yang hingga kini belum terungkap. Menurut beberapa sumber yang dihimpun wartawan dilapangan menyebutkan, kasus pembacokan di Jalan Bantul terjadi sekitar pukul 02.30 wib. Sebelum kejadian korban bersama satu rekannya mencari makan. Setelah itu dilanjutkan main play stations di Kasihan Bantul. Dalam perjalanan itu ketika sampai di lokasi kejadian, korban mendahului 3 tiga pengendara motor. Tanpa diduga sebelumnya, salah satu pelaku langsung mengejar dan balik mendahului. Setelah dekat senjata tajam langsung tebaskan ke tangan korban. Setelah itu pelaku kabur ke arah utara. Kaposlek Sewon Kompol Subadi SH mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus pembacokan tersebut. “Kami belum tahu apakah kasus tersebut berkaitan dengan yang di Imogiri barat atau enggak. Karena korban juga belum membuat laporan di Polsek Sewon. Meski begitu anggota terus melakukan penyelidikan dilapangan,” jelas Subadi. Terkait apakah kemungkinan korban pembacokan juga pelaku klitih, Subadi belum bisa bicara banyak soal itu. “Kami belum bisa bicara soal itu, korban juga belum kami periksa, yang jelas anggota terus berupaya melakukan penyelidikan,” jelas Subadi. Sementara berdasarkan data yang dihimpun KRJOGJA.com, sejumlah kasus pembacokan di Bantul hingga kini belum terungkap. Seperti komplotan penjahat yang menyerang Ahmad Susilo (32) warga Pelemsewu Panggungharjo Sewon Bantul, 10 Oktober 2017 lalu. Hingga kini kasus tersebut belum terungkap. Dalam kasus itu korban tidak berdaya dihantam batang kayu pelaku. Setelah itu teror pembacokan kembali terjadi, 30 Oktober 2017. Korbannya Surya Bangun Dwi Aryanto (19) warga Plambongan Triwidadi Pajangan dan Agil Viantaka (16) warga Sungapan Argodadi Sedayu Bantul. Kasus yang terjadi Jalan Pajangan-Sedayu dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kemudian komplotan klitih juga beraksi di Jalan Sudimoro - Tembi Dusun Slanggen Timbulharjo Sewon Bantul, Minggu (5/11/2017). Dalam catatan, Arif Nur Rohman (20) warga Mredo Kabayan RT 2 Desa Bangunharjo Sewon Bantul tewas. Dua orang dijadikan tersangka yakni A alias Bebek dan Ra keduanya warga Sewon Bantul. Setelah itu pembacokan terjadi di Jalan Parangtritis Minggu (12/11/2017). Korbannya Wilfan Candra (16 ) warga Kembangsongo Trimulyo Jetis Bantul. Hingga kini pelaku belum terungkap juga. Sedang dua siswa SMA swasta di Bantul dan Yogyakarta masing-masing Gl (18) warga Jati Sriharjo Imogiri Bantul dan Yn (17) warga Miri wetan Sriharjo Imogiri Bantul ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembacokan terhadap Herlan Pratama (17) warga Maredan Berbah Sleman. Dan baru-baru ini, klitih kembali makan korban, Jumat (24/11/2017) dini hari. Muhammad Nur Sidiq (18) warga Sanan Bawuran Pleret Bantul ambruk tidak berdaya setelah dihajar sekelompok orang bersenjata pedang, serta botol di Jalan Imogiri Barat Sudimoro Timbulharjo Kecamatan Sewon Bantul.(bas)

Sebelumnya Om Sok Kenal Rampas Sepeda Motor
Selanjutnya Grebeg Maulud Tahun Dal, Rangkaian Acara Bakal Lebih Besar