Ungkapan Syukur Penuh Makna dengan Wujud Sego Gurih

Ungkapan Syukur Penuh Makna dengan Wujud Sego Gurih

Yogyakarta,seputarmetro.net - TRADISI sekaten untuk perayaan Maulid Nabi juga identik dengan makanan khas sego gurih. Meski pada zaman dulu sajian ini bukan sepenuhnya khas sekaten namun saat ini masyarakat yang datang ke sekaten tidak lengkap rasanya jika tidak menikmati makanan yang banyak dijual di halaman Masjid Gedhe Kauman ini. "Sudah semakin jarang, jadi kalau ke sekaten kayak wajib beli nasi gurih ini," kata salah satu pengunjung sekaten Sri Ambarwati, warga Condongcatur, Sleman. Bagi masyarakat di Yogyakarta, sego gurih atau nasi gurih merupakan sebuah wujud dari rasa syukur dan meminta kesalamatan kepada Tuhan. Dengan filosofi tersebut maka seringkali kita juga menjumpai nasi gurih disajikan dalam upacara tradisi syukuran dan slametan dalam budaya jawa. "Ya sudah sejak dari simbah-simbah dulu, dipercaya kalau nasi gurih simbol rasa syukur. Sementara untuk sajiannya sendiri nasi gurih selalu dilengkapi dengan ingkung ayam, ebi, tempe, sayur pedas, kacang hitam, telur, dan bumbu kacang manis sebagai lauk pauk dan pelengkap nasi gurih," kata salah satu penjual nasi gurih di perayaan sekaten Muji Rahayu. (mas)

Sebelumnya 600 Ribu Ekstasi Diamankan Bareskrim Polri
Selanjutnya Rebutan Udhik-udhik, Berharap Berkah Sedekah Ngarsa Dalem