Tekan Rokok Ilegal, Optimalkan Realisasi Cukai

Tekan Rokok Ilegal, Optimalkan Realisasi Cukai

KUDUS,seputarmetro.net - Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus optimistis target bea masuk (pabean) dan cukai tahun 2018 sebesar Rp 37,67 triliun dapat terpenuhi. Hingga akhir Februari lalu, realisasi penerimaan pabean dan cukai mencapai Rp 30,23 miliar, atau sekitar 0,08 persennya. Realisasi meningkat tajam biasanya terjadi pada akhir tahun. Demikian diungkapkan Kepala Kantor KPPBC Tipe Madya Kudus, Iman Prayitno melalui Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi (PLI) KPPBC Kudus Dwi Prasetyo Rini, Rabu (7/3). Menurutnya, target pabean dan cukai yang dibebankan pusat tiap tahun mengalami peningkatan. Salah satu upaya memenuhi target yaitu dengan mengintensifkan pemberantasan rokok ilegal, yang memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi rokok legal. Apabila peredaran rokok ilegal tertekan, kekosongan daerah pemasaran dapat diisi rokok legal. “Kalau produksi rokok legal naik, maka pembelian cukai juga akan meningkat,” ujarnya. Tahun ini target penerimaan pabean dan cukai secara nasional ditetapkan pemerintah pada APBN 2018 sebesar Rp 155,4 triliun, dengan cukai hasil tembakau (CHT) sebagai penopang terbesar mencapai Rp 148,23 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 0,5 persen dibanding APBN Perubahan 2017 sebesar Rp 147,49 triliun. Guna memenuhi target nasional tersebut, KPPBC Kudus ikut memikul beban target penerimaan pabean dan cukai tahun 2018 sekitar 24,24 persen atau sebesar Rp 37,67 triliun. Jumlah itu terdiri dari target cukai Rp 37,630 triliun dan pabean (bea masuk) Rp 41,53 miliar. Tahun 2017, target penerimaan Rp 34.73 triliun, terealisasi 100,01 persen. (R-2/mad/PLI BC kudus)

Sebelumnya Paksa Begituan Putrinya Hingga Hamil, Ayah Bejat Ini Ditangkap
Selanjutnya Hujan Lebat di Purworejo, Tiga Desa Diterjang Longsor