Rebutan Udhik-udhik, Berharap Berkah Sedekah Ngarsa Dalem

Rebutan Udhik-udhik, Berharap Berkah Sedekah Ngarsa Dalem

YOGYA,seputarmetro.net - Derasnya hujan yang mengguyur tidak menyurutkan ratusan hingga ribuan masyarakat berebut udhik-udhik sebagai rangkaian prosesi miyos gangsa di Bangsal Pancaniti Kompleks Keben Kraton Yogyakarta, Jumat (24/11) malam. Tiga putri dalem, GKR Mangkubumi, GKR Hayu dan GKR Bendara didampingi menantu dalem KPH Purbodiningrat mewakili Sri Sultan HB X nyebar udhik-udhik dalam prosesi tersebut. "Udhik-udhik wujud sedekah ngarsa dalem kepada kawula," tutur Sekretaris KHP Panitrapura Gaondohadiningrat sela prosesi tersebut. Di bawah guyuran hujan, sejak sore masyarakat yang mulai memadati Keben Kraton Yogyakarta sudah disuguhi gending-gending Sekaten dari dua Gamelan Sekaten, Kyai Guntur Madu dan Kyai Nagawilaga. Tepat pukul 20.00 WIB, saat lonceng di Keben berbunyi, tidak selang alama Regol Keben dibuka. Tiga putri dalem bersama sejumlah kerabat, sentana dan abdi dalem tiba di Keben Kraton Yaogyakarta melalui Bangsal Sri Manganti. Tidak butuh upacara, ketiganya lantas mengambil racikan udhik-udhik dari kepingan uang logam, beras kuning, bunga setaman dan biji-bijian untuk disebarkan pada masyarakat yang antusias menunggu dan berebut. Demikian juga ketika disebarkan ke arah abdi dalem wiyaga dari Kridha Mardawa, mereka juga dengan segera mengambil uang logam tersebut. Beberapa warga berusia tua terlihat ada yang terpeleset dan terjatuh ketika berebut berkah ngarsa dalem tersebut. "Dapat uangnya. Mau saya simpan," ungkap Asutiyem (70), nenek asal Sewon Bantul yang tiap tahun selalu datang saat miyos gangsa. Dua Gamelan Sekaten tersebut tetap dibunyikan di Bangsal Pancaniti hingga jelang dibawa ke Pagongan Lor dan Kidul Masjid Gedhe Kauman mulai pukul 23.00 WIB dengan cara dipanggul sejumlah abdi dalem. Saat berada di Pagongan Lor dan Kidul Masjid Gedhe tersebut, Kyai Guntur Madu dan Kyai Nagawilaga akan dibunyikan secara terus menerus oleha abdi dalem dari Krida Mardawa. Sejumlah gendhing baku gamelan Sekaten akan dibawakan, seperti Gendhing Rambu, Rangkung, Andong-andong, Lung Gandhung Pel yang semuanya memiliki Laras Pelog Pathet Lima. Ada pula Gendhing Yahume, Burung Putih, Raja Pulang, Lenggang Rambon, Supiyatun, Ngajatun maupun Salatun. (mas)

Sebelumnya Ungkapan Syukur Penuh Makna dengan Wujud Sego Gurih
Selanjutnya Om Sok Kenal Rampas Sepeda Motor