Pintu Masuk-Keluar Kompleks Pemda DIY Diubah Lewat Selatan

Pintu Masuk-Keluar Kompleks Pemda DIY Diubah Lewat Selatan

YOGYAKARTA,seputarmetro.net - Mulai hari ini, akses masuk dan keluar Kompleks Perkantoran Pemda DIY akan mengalami sejumlah perubahan. Pintu barat yang menghadap Jalan Malioboro akan ditutup. Jalan ini hanya diperuntukkan untuk pejalan kaki atau warga yang hendak salat di Masjid Shultoni Kompleks Kepatihan. Pintu barat ini akan ditutup penuh pada jam 21.00 WIB dan dibuka kembali pada pukul 03.30 menjelang Salat Subuh. Perubahan pintu masuk ini adalah bagian revitalisasi kompleks perkantoran Pemda DIY yang didanai oleh Danais 2017 sebesar Rp13,499 miliar. Sebagai gantinya, akses keluar masuk ke kompleks Kepatihan dilakukan melalui sisi Selatan perkantoran Pemda DIY atau melalui Jalan Suryatmajan. Ada dua pintu baru di sisi Selatan yakni pintu sebelah barat untuk masuk dan pintu sebelah timur untuk keluar. Sementara akses dari pintu belakang atau dari Jalan Mataram di sisi timur hanya digunakan untuk masuk saja. Kamis (28/12/2017) siang kemarin dilakukan peresmian pengunaan pintu akses tersebut yang juga sebagai tanda selesainya revitalisasi Kompleks Kepatihan menghadap ke selatan. “Akhirnya selesai juga kita memindahkan (perkantoran Pemda) menghadap ke selatan. Harapan saya sebenarnya sudah sejak lama,” kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamangku Buwono X saat memberikan sambutan dalam peresmian pelaksanaan revitalisasi Kompleks Kepatihan menghadap ke selatan Kamis (28/12/2017). Sultan menjelaskan paling tidak ada dua alasan kenapa kompleks perkantoran perlu menghadap ke selatan. Yang pertama menurut Sultan, kantor Pemda DIY selama ini secara psikologis belum seperti kantor karena sesuai sejarah kompleks perkantoran Pemda DIY ini dulu adalah tempat tinggal Pepatih Dalem Keraton Yogyakarta. “Bagi saya secara psikologis belum seperti kantor sebenarnya. Karena sejarahnya ini dulu adalah tempat tinggal,” timpal Sultan. Yang kedua Sultan berharap pemidahan akses masuk dan keluar di sisi selatan ini mampu menekan beban Malioboro yang sangat padat. Dengan pemindahan pintu masuk ini harapannya bisa mengurangi kepadatan di Jalan Malioboro. Meski demikian Sultan mengaku masih ada kekurangan dengan beroperasinya pintu masuk melalui Jalan Suryatmajan ini. “Sayangnya jalannya masih satu arah. Untuk itu kami mohon kepada Wali Kota kira-kira memungkinkan ndak dibuat dua arah. Nanti surat resmi permohonannya kami minta Sekda segera membuat. Karena yang punya kewenangan Pak Wali Kota,” terang Raja Yogyakarta ini. Sementara itu usai acara, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti langsung menyambut permintaan Gubernur ini. Menurut Haryadi nanti akan diberlakukan dua arah khusus sampai ujung barat pintu masuk. Dengan kata lain tamu atau warga yang hendak ke kompleks Kepatihan bisa dari timur ke barat, namun tidak bisa sampai Jalan Malioboro. “Dua arah terbatas. Hanya sampai batas pintu barat saja, tidak bisa sampai Jalan Malioboro,” terangnya. Sebelumnya Kepala Biro Umum dan Protokol Pemda DIY Haryanta menyebut proyek revitalisasi kompleks Pemda DIY menghadap ke selatan ini didanai oleh dana keistimewaan (Danais) DIY 2017 sebesar Rp13,499 miliar. Pelaksanan kegiatan dilakukan selama tujuh bulan sejak 5 Mei hingga 30 November 2017 dengan masa pemliharaan selama enam bulan. Proyek pengerjaanya mulai pembangunan gerbang, bak tanaman, pos jaga hingga pengerjaan pos jaga. “Dengan penataan ini maka pintu barat yang menghhadap ke Jalan Malioboro mulai saat ini ditutup dan hanya dibuka untuk akses ibadah warga,” tandasnya. (mas)

Sebelumnya 3 Warung Dirazia, 74 Botol Miras Disita
Selanjutnya Kisah 5 Nelayan Batang Bertahan Hidup Setelah Mesin Kapal Mati di Lautan