Penangkapan 1 Ton Sabu, Sinergi Aparat Makin Baik

Penangkapan 1 Ton Sabu, Sinergi Aparat Makin Baik

Jakarta,seputarmetro.net – Penangkapan kapal KM Sunrise Glry berbendera Singapura yang membawa 1 ton narkotika jenis sabu menunjukkan sinergi di antara aparat keamanan, khususnya TNI dan Polri, semakin baik. Penangkapan kapal penyelundup narkotika di Selat Philip, Kepulauan Riau itu menunjukkan komitmen yang kuat dari jajaran TNI dan Polri dalam memberantas narkoba. “Penangkapan oleh KRI Sigurot-864 dari jajaran armada TNI AL itu menunjukkan semakin kuatnya sinergi di antara aparat keamanan. Komitmen antara pimpinan TNI dan Polri untuk memberantas peredaran narkoba semakin intens sesuai instruksi Presiden Joko Widodo yang menyatakan Indonesia darurat narkoba,” ujar pengamat militer Susaningtyas NH Kertopati di Jakarta, Sabtu (10/2). Menurut pengamat yang akrab disapa Nuning itu, kewenangan TNI AL untuk menangkap para pelaku tindak pidana di laut sesuai dengan hukum internasional dan hukum nasional. Tumpang tindih (overlapping) kewenangan antara TNI AL dan aparat keamanan lainnya, termasuk dengan Polri, harus dilihat sebagai bentuk integrasi dan bukannya rebutan untuk menonjolkan diri. Dikatakan, kesadaran untuk berintegrasi antaraparat keamanan di Indonesia adalah kunci sukses pemerintah Indonesia dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai penjuru perlu lebih memberdayakan semua instansi hukum di Indonesia untuk memberantas peredaran narkoba. “Di seluruh dunia juga tampak bagaimana pihak kepolisian sebagai leading sector harus mampu merangkul dan mengoptimalkan seluruh kewenangan hukum yang dimiliki semua institusi,” kata Nuning. Menurutnya, BNN juga dapat lebih terbuka dan akomodatif untuk menerima prajurit TNI sebagai organic di dalam struktur organisasi, sehingga sinergi betul-betul kuat. BNN, seperti halnya Badan Keamanan Laut (Bakamla) dapat diawaki oleh TNI, Polri, Jaksa, dan aparat lainnya. ”Sinergi TNI dan Polri dalam memberantas narkoba harus bisa menjadi faktor penggentar pelaku tindak pidana narkoba, sehingga mereka takut sekaligus menjadi model yang patut dicontoh negara lain,” katanya.(di himpun dari beberapa sumber/fn)

Sebelumnya KSP Apresiasi Keberhasilan TNI AL Gagalkan Penyeludupan Narkoba
Selanjutnya Sabu di Kapal Berbendera Singapura Ternyata Capai 3 Ton