Pascabanjir Lahan Subur Berubah jadi Bebatuan Cadas

Pascabanjir Lahan Subur Berubah jadi Bebatuan Cadas

GUNUNGKIDUL, seputarmetro.net- Puluhan hektare sawah di Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Gunungkidul hancur akibat banjir sebagai dampak badai cempaka beberapa hari yang lalu. Lapisan tanah yang beratus tahun merupakan area persawahan tanaman padi gogo dengan tiga kali panen setahun kini berubah menjadi bebatuan cadas. Ratusan petani kehilangan mata pencaharian dan tidak bisa lagi mengandalkan tanaman pangan sebagai satusatunya sumber penghasilan. Menurut Sadirun (65), salah satu pemilik lahan persawahan di Dusun Gelaran ini, jembatan satu-satunya menuju ke lokasi tersebut luluh lantak diterjang banjir. ”Dulu area persawahan ini cukup potensial untuk budidaya tanaman pangan terutama padi dan sayuran. Tetapi saat ini lapisan tanah sawah ini tergerus banjir dan yang tersisa hanya tinggal lapisan batu cadas,” ujarnya. Sebelum tergerus banjir, puluhan hektare tanaman padi tersebut terlihat subur dan menjanjikan, tidak seorang pun menduga semuanya bakal berakhir hingga menyebabkan ratusan petani dirundung kerugian. Hal senada diungkapkan Sarino (55), petani warga setempat. Sebelum bencana, keluarganya memiliki tiga petak sawah dengan sekali panen menghasilkan beras lebih kurang 6-7 kuintal atau dalam setahun sekitar 2 ton. Solusi untuk mengembalikan areal persawahan ini satu-satunya dengan mengganti lapisan tanah yang tergerus banjir. Tetapi hal tersebut jelas tidak memungkinkan lantaran lahannya cukup luas mencapai puluhan hektare dan tidak mungkin dilakukan rehabilitasi mencetak sawah dengan memindahkan tanah dari tempat lain yang biayanya cukup besar. ”Satu-satunya harapan kemi pemerintah bisa turun tangan untuk membantu petani yang saat ini kehilangan sawah akibat tergerus banjir,” pintanya. (ddk)

Sebelumnya Imunisasi Cara Paling Efektif Cegah Penularan Difteri
Selanjutnya Tiga Terduga Teroris Ditangkap di Jatim