Pasang Order Fiktif, Sindikat Driver Online Diringkus

Pasang Order Fiktif, Sindikat Driver Online Diringkus

Surabaya,seputarmetro.net - Sindikat driver taksi berbasis aplikasi online yang memasang order fiktif di Surabaya, akhirnya dibongkar tim Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim. Polisi menangkap 5 tersangka dan mengamankan ratusan handphone. Lima orang tersangka diantaranya berinisial DCT (35) warga Genteng, MGH, warga Mulyorejo, JS (33) warga Semarang Jawa Tengah, KDSK (26) warga Genteng, dan MH (35) warga Wiyung, Surabaya. Kasus diungkap dari laporan pihak profider aplikasi taksi online Grab, yang kerap mengalami kerugian. Sesuai laporan, polisi melakukan pelacakan secara online dan menemukan lokasi para tersangka. Para tersangka menggunakan ratusan handphone yang telah terinstal aplikasi taksi online. Mereka mendaftar sebagai driver online secara fiktif, dengan cara memalsukan KTP dan Kartu Keluarga. Dengan akun abal-abal, mereka membuat atau memesan order fiktif dengan berbagi peran. Tiga tersangka menjalankan aplikasi pengemudi, sedangkan seorang lainnya menjalankan akun penumpang yang diorder secara fiktif. Sementara satu orang lain, bertugas sebagai bendahara yang mencairkan bonus trip. Menghindari sanksi suspend, mereka melakukannya dengan berpindah-pindah lokasi mengendarai tiga mobil. Target minimal yang dicapai adalah sehari dengan empat perjalanan. Dengan pencapaian target itu, para tersangka memperoleh bonus trip berkisar antara Rp 100 ribu - Rp 400 ribu, yang dalam sehari bisa meraup untung sebesar Rp 2-3 juta yang langsung ditransfer ke ATM CIMB Niaga oleh aplikator. Dalam setahun, masing-masing tersangka diperkirakan meraup untung Rp 30 juta. Wadirreskrimsus Polda Jatim, AKBP Arman Asmara mengatakan, selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita ratusan handphone, 3 mobil, buku tabungan, dan ATM Niaga. Para tersangka dijerat Undang-Undang ITE Pasal 370 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.(R-1/tc)

Sebelumnya Pengedar Sabu, Ditangkap Satreskoba Polres Malang
Selanjutnya Bupati Rijanto Belum Putuskan Sanksi Untuk Lurah yang Lakukan Pungli