Modus Sindikat Bobol ATM Menyamar Karyawan Bank

Modus Sindikat Bobol ATM Menyamar Karyawan Bank

SLEMAN,seputarmetro.net - Modus skimming ternyata bukan satu-satunya kejahatan memanfaatkan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Jajaran Reserse Kriminal Polres Bantul kali ini berhasil mengungkap kasus pencurian ATM di mana para tersangka menggunakan modus pura-pura sebagai karyawan bank. Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Polisi Hadi Utomo dalam ungkap kasus di Mapolda DIY Selasa (20/03/2018) mengungkap pihaknya total menangkap 14 tersangka dari tiga polres di DIY yakni Polresta, Polres Sleman dan Polres Bantul. Di salah satu lokasi tepatnya wilayah hukum Polres Bantul, Hadi mengatakan komplotan penggasak uang dalam ATM menggunakan modus berpura-pura sebagai karyawan bank lengkap dengan seragam dan id card.“Di Bantul ada tujuh tersangka yang berhasil kami amankan karena melakukan pencurian uang nasabah di ATM dengan modus yang terencana rapi. Ada yang berperan sebagai orang yang ikut mengantre, ada yang pura-pura jadi karyawan dengan seragam dan id card. Mereka beraksi di beberapa ATM di wilayah Bantul,” ungkapnya. Tak hanya itu saja, Hadi mengungkap untuk mendapatkan data nasabah yang sengaja dijebak, para pelaku sengaja mengganti call center bank dengan nomor salah satu bagia jaringan kejahatan tersebut. “Korban percaya karena diyakinkan orang berseragam dan ber ID-Card, tanpa ragu menyebutkan informasi pribadi seperti pin yang kemudian digunakan untuk menghabiskan isi tabungan,” sambungnya. Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Anggaito menambahkan ketujuh tersangka yang diamankan merupakan warga Lampung. Mereka sengaja datang ke Yogyakarta untuk melakukan tindak kejahatan. “Modus mereka atasnama ES (34), NS (29), RD (35), EG (40), AS (33), AM (42) dan JM (43) semuanya warga Lampung memang begitu terencana. Mereka sudah punya pera masing-masing dan melakukannya dengan rapi. Modus ini tak kalah bahaya dari skimming karena sebagai orang awam kita pasti yakin bahwa yang datang mengenakan seraham pasti orang bank tapi ternyata pelaku kejahatan,” terangnya. Untuk melakukan aksinya, sindikat ini ternyata sudah berada di Yogyakarta selama dua bulan. Mereka memetakan lokasi bahkan memilih untuk menginap di hotel dengan tagihan mencapai Rp 13 juta. “Mereka memang sengaja datang ke Yogya dan mencari sasaran di lokasi sepi atau kondisi tertentu misalnya minimarket atau rumah sakit dan mengincar pendatang karena biasanya tidak sempat melapor polisi. Dari dua TKP di Tamantirto mereka berhasil menggasak Rp 17 juta dari korbannya namun kami masih kembangkan karena mereka sudah beraksi di 98 TKP,” sambungnya. Meski sindikat telah berhasil ditangkap, namun polisi berharap masyarakat tetap berhati-hati saat hendak mengambil uang melalui ATM. “Pastikan call center hanya yang resmi dari bank, karena tiap bank hanya satu nomor. Jangan juga percaya ketika hendak dibantu orang saat ATM bermasalah apalagi memberikan data pribadi,” pungkas Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Polisi Hadi Utomo. (dri)

Sebelumnya Janin Bayi Dibuang di Samping Kantor Kejati
Selanjutnya AKBP Uri Nurtanti Kapolres Pati