Merah Putih Raksasa Terbentang di Lembah Sumilir

Merah Putih Raksasa Terbentang di Lembah Sumilir

KARANGANYAR,seputarmetro.net - Semangat kebangsaan menggelora di Lembah Sumilir, Desa Kemuning, Ngargoyoso, Sabtu (12/08/2017) pagi. Selembar bendera merah putih berukuran raksasa membentang pada bidang berukuran 20 x 30 meter persegi di hamparan kebun teh lereng Gunung Lawu. Pemetik teh yang biasanya beraktivitas di hamparan itu berganti seragam sesuai identitas komunitasnya. Mereka bergabung di pasukan pengirab sang saka Merah Putih dari Terminal Kemuning menuju lokasi upacara bendera raksasa berjarak 1 kilometer. Sekitar 1.000 orang dari berbagai komunitas di Kecamatan Ngargoyoso menebar semangat kemerdekaan melalui beragam kontribusinya. Selembar bendera merah putih jumbo itu diusung 23 anggota Banser sampai di lokasi. Di sepanjang rute kirab, ratusan bendera merah putih yang terpasang di bilah-bilah bambu seakan menyambutnya. Memasuki bait pertama lagu kebangsaan Indonesia Raya, ujung-ujung kain bendera ditarik sampai membentang penuh di rangka bambu pada kemiringan 60 derajat. Seluruh peserta upacara bersikap hormat bendera sampai lagu kebangsaan selesai menggema. Sorak sorai peserta upacara dan warga mengakhiri upacara bendera dengan sangat manis. "Upacara ini menjadi istimewa karena bendera merah putihnya berukuran raksasa. Dibentangkan di lokasi paling strategis. Dapat dilihat dari semua penjuru. Ini ikrar warga Desa Kemuning untuk Indonesia tercinta," kata Kepala Desa Kemuning, Widadi Nur Widyoko kepada wartawan usai upacara bendera. Dalam upacara bendera itu, aparatur Muspika Ngargoyoso dan Desa Kemuning ikut berperan. Ia sendiri menjadi pemimpin upacara sedangkan Camat Edi Sukiswandi menjadi pembina upacara. Dikatakannya, rasa kebangsaan warga Desa Kemuning terlihat dari kontribusinya secara mandiri. "Contoh paling nyata pembuatan bendera merah putih ini. Dijahit selama lima hari oleh ibu-ibu PKK RT," katanya. Event spesial upacara bendera dalam rangka peringatan HUT RI bukan kali pertama dilakukan. Pada upacara tujuhbelasan tahun 2015 silam, seribu buah bendera merah putih dikibarkan di Bukit Sumbersari, Kemuning. Widadi mengatakan butuh beberapa kali uji coba membentangkan kain berukuran raksasa di Lembah Sumilir. Jenis kain penyusunnya haruslah kuat. Selain itu, panitia sempat beberapa kali mengganti tali pengekangnya. "Angin di ketinggian 800 mdpl ini kencang. Jangan sampai benderanya sobek. Talinya dadung, tapi berkualitas bagus. Bendera ini akan dibentangkan sampai akhir bulan Agustus," katanya. Camat Kemuning, Edi Sukiswandi berharap nuansa kemerdekaan dari Desa Kemuning menginspirasi semangat nasionalisme para pemuda bangsa ini. "NKRI harga mati diikrarkan warga Kemuning. Semoga menginspirasi seluruh generasi muda bangsa Indonesia untuk tetap memegang erat persatuan," katanya. (R- 2/wik)

Sebelumnya Terus Diburu, DPO Polres Pati Tertangkap
Selanjutnya Hadiah Agustus, Disdukcapil Pati Bebaskan Denda