Kurangnya Tenaga Ahli Labfor Membuat Penanganan Narkoba Lambat

Kurangnya Tenaga Ahli Labfor Membuat Penanganan Narkoba Lambat

Surabaya,seputarmetro.net - Kurang maksimalnya penanganan kasus narkoba diakui oleh Kapolda Jawa Timur. Ini bisa disebabkan oleh proses hasil uji lab barang bukti narkoba yang membutuhkan waktu lama karena tenaga ahli labfor yang kurang. Hal ini dibenarkan Kapolda Jawa Timur, Irjen Polisi Machfud Arifin, terkait lamanya proses hukum kasus narkoba yang ditangani kepolisian. Salah satu faktor penghambat penyelidikan hingga pemberkasan perkara narkoba yaitu kurangnya tenaga ahli laboratorium yang dimiliki Polda Jatim. Selama ini mengandalkan tenaga dari Puslatfor Mabes Polri cabang Surabaya yang jumlahnya terbatas. Kapolda Jatim juga menyadari minimnya petugas Puslatfor di Polda yang terbatas dan harus membagi tugas menangani kasus narkoba hingga Pulau Kalimantan. Ini mengakibatkan proses hasil uji laboraturium yang seharusnya bisa cepat terselesaikan justru menjadi lama hingga satu bulan. "Sementara, di Jawa Timur sendiri, permintaan uji lab barang bukti narkoba cukup tinggi, khususnya di wilayah Surabaya," tutur Irjen. Pol Machfud Arifin. Dengan kondisi ini, bakal menghambat kinerja penyidik dalam menyelesaikan berkas perkara untuk secepatnya dilimpahkan ke Kejaksaan. Mahfud Arifin menambahkan untuk menyikapi hal tersebut, Polda Jatim akan menambah tenaga ahli labfor untuk mempercepat mengetahui hasil lab narkoba, dan penyidik juga harus cermat dalam memastikan barang bukti tersebut adalah narkoba.(R-1/tc)

Sebelumnya Bregada Satpomau Meriahkan HUT SMAN 3 Yogyakarta
Selanjutnya Kekeringan Meluas di Jepara