Korban Tewas Minuman Oplosan Bertambah Jadi Sembilan Orang

Korban Tewas Minuman Oplosan Bertambah Jadi Sembilan Orang

CIMAHI,seputarmetro.net - Korban pesta minuman keras oplosan buruh pabrik celup di Jalan Industri, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), bertambah satu sehingga total menjadi sembilan orang. Korban bertambah setelah satu dari tiga korban yang mendapat perawatan intensif di rumah sakit menghembuskan napas terakhir Minggu 7 Januari 2018 malam. "Jumlah total korban yang meninggal akibat minuman oplosan itu jadi sembilan orang setelah pada Minggu malam ada seorang lagi yang meninggal," kata Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara di Polres Cimahi, Senin (8/1/2018). Korban tewas berinisial W alias Wakwaw (19), warga Kampung Pasir Astana, Desa Cangkorah, Batujajar, dan A (19) warga Tasikmalaya, tewas Sabtu 6 Januari 2018. Sedangkan AI (20), warga Cimerang; MY (19), Cimerang; MA (21), warga Cijeunjing; WW alias Carli (18); YD (20), warga Cimerang; dan UW (19), tewas Minggu 7 Januari 2018. Sedangkan korban terakhir berinisial Z (21), warga Cimerang. Rusdy mengatakan, minuman oplosan yang ditenggak para korban bukan termasuk golongan minuman keras karena tidak terdapat kandungan miras di dalamnya. Akan tetapi minuman yang diracik itu lebih berbahaya dari minuman keras karena kandungan kimia yang dipakainya adalah bahan-bahan untuk industri. "Bahan-bahannya dari alkohol, Na2S203 (hydro), H202 (peroksida), NaCLO (byclin), NaOH (caustyc), dan scopinos (sabun) yang dicampurkan. Itu jelas berbahaya karena bahan itu digunakan untuk membersihkan mesin," tuturnya. Dia menambahkan, para korban tewas merupakan karyawan satu pabrik. Bahan-bahan kimia tersebut mereka dapatkan dari dalam pabrik lalu diracik di warung di pinggir pabrik tersebut. Hasil minuman yang diracik itu jumlahnya hampir setengah galon dan yang memicu reaksi ke tubuh karena campuran energy drink-nya. Dua korban yang masih dirawat secara intensif di rumah sakit, Dan (20), warga Cimerang dan (Sh) 20, warga Cijeungjing Kertamulya, sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Ditanya mengenai kejadian itu, mereka tak bisa banyak berbicara. Dan hanya menyebutkan pada saat pesta minuman ada lebih dari 10 orang yang ikut. "Kalau minum enggak ada yang ngajak karena memang kami semua ingin minum," ucapnya seraya menambahkan merasakan sakit setelah dua hari minum.(R-2/ed)

Sebelumnya Polda Ungkap Kasus Video Mesum Anak, 6 Tersangka Diringkus
Selanjutnya Edarkan Uang Palsu, IRT di Pekalongan Dibekuk Polisi