Imunisasi Cara Paling Efektif Cegah Penularan Difteri

Imunisasi Cara Paling Efektif Cegah Penularan Difteri

PURWOREJO,seputarmetro.net - Imunisasi Difteri Pertusis Tetanus (DPT) menjadi cara paling efektif mencegah penularan bpenyakit difteri. DPT merupakan jenis imunisasi yang wajib diberikan pada balita dan diulang ketika usia SD. Namun diperkirakan masih ada kelompok kecil masyarakat yang menganut paham tertentu, tidak membolehkan anaknya menerima imunisasi. "Ada kelompok menolak imunisasi di Purworejo, tapi jumlahnya sangat kecil dan terus kami beri sosialisasi," ujar Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo dr Darus, kepada wartawan ,Jumat (8/12). Imunisasi DPT diberikan empat kali ketika anak usia balita. Kemudian diberikan sebelum anak berumur delapan tahun dan setelah usia delapan tahun lewat program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Menurutnya, apabila imunisasi lengkap itu diterapkan maka anak memiliki perlindungan dari penyakit difteri. Selama ini, katanya, penyakit difteri belum pernah dilaporkan menyerang warga Kabupaten Purworejo. "Purworejo bebas difteri," ucapnya. Meski demikian, Jawa Tengah dinilai masuk wilayah rentan terpapar setelah Kemenkes menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. Upaya antisipasi selain imunisasi, katanya, dilakukan dengan meminta dokter dan bidan di setiap layanan kesehatan untuk jeli memeriksa gejala flu pasien mereka. Difteri merupakan penyakit yang menyerang saluran pernafasan pasien. Pasien mengalami gejala batuk, pilek, panas tubuh meningkat, sakit saat menelan dan kadang disertai sesak nafas. "Gejala khas adalah muncul bercak putih keabu-abuan pada laring, cara mengecek hanya dengan pemeriksaan menggunakan tongue spatel, pemeriksaan laring merupakan standar dokter ketika ada pasien anak," terangnya. Kasi Pengendalian Penyakit Dinkes Purworejo Triyo Dermaji menambahkan, penyakit difteri sangat berbahaya dan berisiko kematian pada pasien, terutama anak. Bakteri difteri akan membuat lapisan membran yang dapat menghalangi jalan nafas pasien. Penyakit itu menyerang segala usia, namun paling banyak anak-anak karena tubuh mereka masih rentan. "Untuk itu, selain imunisasi, juga harus meningkatkan daya tahan tubuh," tegasnya.(ros)

Sebelumnya Mayat Membusuk Di Kalikuto Diduga Pelaku Pembunuhan Pegawai BRI
Selanjutnya Pascabanjir Lahan Subur Berubah jadi Bebatuan Cadas