Gubernur Jatim Resmikan Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Sunda di Surabaya

Gubernur Jatim Resmikan Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Sunda di Surabaya

Surabaya,seputarmetro.net - Adanya pemikiran Sunda dan Jawa dilarang menikah dan membina rumah tangga atas latar belakang Peristiwa Perang Bubat. Tiga kepala daerah di republik ini ingin menghapus anggapan tersebut dan menyatukan seluruh penjuru nusantara ini. Langkah awal yang dilakukan dengan merubah nama jalan, seperti yang dilakukan Gubernur Jatim Soekarwo yang telah meresmikan nama dua jalan, yakni Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Sunda. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar acara Harmoni Budaya Sunda Jawa, yaitu launching nama Jalan Prabu Siliwangi dan Jalan Sunda, di Hotel Bumi, Surabaya. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Soekarwo Gubernur Jawa Timur, Ahmad Heryawan Gubernur Jawa Barat dan Sri Sultan Hamengkubuwono X Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Gubernur Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, penyatuan budaya Jawa dan Sunda, lewat rekonsiliasi budaya, yakni dengan peresmian dua nama jalan tersebut merupakan upaya untuk menghilangkan segala bentuk emosi kolektif terkait perselisihan antara Mahapatih Gadjah Mada dari Majapahit dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat Trowulan. "Mari kita hadirkan kesatupaduan dalam hal Sunda dan Jawa yang tidak terpisahkan dalam lingkup kebhinekaan negeri ini dan urusan masa lalu, hendaknya tidak diungkit kembali dan dilupakan," kata Gubernur Aher. Aher optimistis dengan adanya nama Jalan Prabu Siliwangi dan Pajajaran di Jawa Timur dan Jawa Tengah segala bentuk emosi kolektif terkait Pasundan Bubat atau Perang Bubat yang terjadi pada tahun 1357, yang mengganggu hubungan emosional antara suku Jawa dan Sunda, akan mencair dan menyatu. "Di Jawa Barat pun akan ada nama Jalan Mojopahit dan Prabu Hayam Wuruk," tambahnya. Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, dua nama jalan baru di Surabaya ini, yaitu Jalan Prabu Siliwangi, yang rencananya menggantikan Jalan Gunungsari, sedangkan Jalan Sunda menggantikan Jalan Dinoyo. Pihaknya sudah mendapatkan izin dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Sekarang tinggal menunggu keputusan dari DPRD. Politisi yang akrab dipanggil Pakde Karwo ini menambahkan, diubahnya Jalan Dinoyo dan Jalan Gunungsari ini sangat penting dan memiliki makna filosofis. "Karena nantinya Jalan Prabu Siliwangi akan berdampingan dengan Jalan Gajah Mada. Sementara Jalan Sunda akan berdampingan dengan Jalan Majapahit," kata Pakde Karwo. Sedangkan Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur D.I.Y, menuturkan sejumlah sumber yang selama ini menuliskan kisah Perang Bubat, dinilai masih kurang dan belum tentu kebenarannya. Peristiwa yang terjadi 7 abad itu membuat penduduk hingga saat ini kurang akur. Untuk itu, pihaknya bersama Gubernur Jatim dan Gubernur Jawa barat berupaya menghapuskan stigma itu dan menyatukan seluruh penjuru nusantara ini.(R-1/tc/beberapa sumber)

Sebelumnya Siswa SMP Ini Melakukan Perampokan, Korbannya Anggota TNI
Selanjutnya Pengedar Sabu 5 Kilogram, Ditembak Petugas BNNP