Gelar Budaya Dlingo, Hilangkan Kecemasan Masyarakat

Gelar Budaya Dlingo, Hilangkan Kecemasan Masyarakat

BANTUL,seputarmetro.net - Wilayah Dlingo 1 sebagai salah satu dusun di Desa Dlingo Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul kaya budaya dan kesenian tradisional. Namun seiring majunya peradaban manusia warisan nenek moyang yang dulu begitu tepenting, kini mulai redup. Kondisi tersebut akhirnya membuat tokoh masyarakat di Dlingo 1 khawatir kehilangan. Melihat fakta itu masyarakat Dusun Dlingo 1 kemudian mengadakan gelar budaya diikuti 5 RT. Penyelenggaraan gelar budaya dinilai paling tepat sebagai cara untuk melestarikan kesenian di kampung itu. "Sejak nenek moyang kampung Dlingo ini ada, wilayah mulai dikenal sebagai gudangnya kesenian khas Jawa. jathilan, bregada, angklung, ronda tek tek, salawatan serta gejog lesung sebagian kecil yang ada dikampung ini," ujar Ketua Panitia Gelar Budaya Sukasno didampingi wakilnya Budi Cahyono disela acara, Sabtu (15/7/2017). Dalam acara itu juga dihadiri Lurah Desa Dlingo Bahrun Wardoyo, Dukuh Dlingo Seno, Babhinkamtibmas Desa Dlingo Aiptu Ashari. Sukasno mengatakan, pada saat generasi muda enggan melestarikan kesenian dan budaya ditengah masyarakat. Berubahnya pola kehidupan masyarakat tinggal menunggu waktu. Artinya banyak nilai-nilai yang selama ini dijadikan pegangan dalam hidup bermasyarakat hilang dengan sendirinya. Kebersamaan hidup yang ada dimasyarakat biasanya diikat erat dengan nilai - nilai seni budaya itu sendiri. "Kami berusaha sekeras mungkin bagaimana caranya agar nilai senu budaya itu tetap lestari, terus terang kami cemas jika seni dan budaya ini mulai punah," ujarnya. Sukasno mengungkapkan, hanya ada satu cara melestarikan seni budaya itu yakni dengan mengenalkan kepada generasi muda. Karena masa depan Dlingo 1 berada dipundak para pemuda - pemudi. Sementara Lurah Desa Dlingo Bahrun Wardoyo mengatakan, seni dan budaya merupakan aset daerah yang harus dipertahankan dengan segala cara. Karena banyak nilai didalamnya sangat relevan ketika dijadikan pegangan hidup bermasyarakat. "Mau berkiblat dengan budaya mana kalau bukan milik sendiri, budaya kita adalah yang terbaik di dunia, orang dari negara lain belajar di Indonesia," ujarnya. Dalam gelar budaya itu peserta keliling kampung dengan menandu gubungan kupat. (mas)

Sebelumnya Percikan Api Sebabkan 17 Kapal Terbakar di Juwana
Selanjutnya 2 Gembong 40 Kg Sabu di Sumatera Utara Ditembak Mati