Berharap Berkah dari Ritual Nguras Enceh

Berharap Berkah dari Ritual Nguras Enceh

BANTUL,seputarmetro.net - Masyarakat mengikuti prosesi ritual ‘nguras enceh’ di kompleks makam Sultan Agung di Pajimatan Imogiri Bantul, Jumat (22/09/2017). Ritual tahunan ini diyakini memberikah berkah kesehatan dan ketentraman bagi yang mendapatkan air dari dua enceh tersebut. Sebelum proses ‘nguras enceh’ mulai digelar dzikir dan tahlil para abdi dalem serta masyarakat pengunjung yang Abdul Sudomo. Prosesi ‘nguras enceh’ ketika dua orang abdi dalem naik ke samping gentong dengan siwur siwur. Gentong berumur ratusan tahun itu selanjutnya diisi air baru. Setelah penuh, warga mulai berebut untuk mendapatkan air dari enceh Kyai Mendung dan Nyai Siyem milik makam raja Surakarta, serta makam Raja Yogyakarta diberi nama Kyai Danumaya dan Nyai Danumurti. Penghageng Makam Raja-Raja Imogiri, KRT Hasto Ningrat mengatakan, empat enceh itu pemberian atau hadiah dari sejumlah kerajaan sahabat yakni dari Bangkok Thailand, Aceh serta Palembang. Kerajaan Mataram sangat dengan Islam, sehingga sejumlah ritual tidak bisa lepas dari nilai ajaran Islam. Salah satunya digelarnya doa dan tahlil sebelum acara inti mulai. Sedang air untuk mengisi enceh diambil dari Sendang Bekung yang berada satu kilometer timur Makam Raja Yogyakarta. (Roy) Sendang Bekung merupakan petilasan Sultan Agung saat mencari air dimusim kemarau panjang melanda. Dalam acara itu juga dihadiri Bupati Juru Kunci Yogyakarta KRT Rekso Suryo Hasmoro, Bupati juru kunci Surakarta KPH Suryo Nagoro, Kapolsek Imogiri Kompol Purwadi, S. I Kom, MA, Camat Imogiri Drs. Sigit Subroto, Danramil Imogiri Kapten Inf Surono.(bas)

Sebelumnya Presiden Jokowi Resmi Tutup Festival Keraton Nusantara XI
Selanjutnya Malam 1 Sura, 4.650 Peziarah Padati Gunung Lawu