Bea Cukai Kediri Dorong Kemajuan Ekspor Kabupaten Nganjuk

Bea Cukai Kediri Dorong Kemajuan Ekspor Kabupaten Nganjuk

Kediri,seputarmetro.net- Adanya salah satu fungsi yang diamanatkan kepada Bea Cukai, yaitu trade facilitator, membuat Bea Cukai mengemban tanggung jawab untuk mensosialisasikan adanya fasilitas kepabeanan yang menjadi stimulus pada para pelaku usaha kecil dan menengah untuk melakukan ekspor dan meningkatkan devisa negara. Fasilitas yang dimaksud adalah Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) yang dikhususkan untuk para industri kecil dan menengah (IKM). Fasilitas KITE IKM ini diharapkan menjadi peluang pada para pelaku usaha IKM agar bisa bersaing dan membuka peluang di pasar internasional. Dalam acara Sosialisasi Pengembangan Informasi Peluang Pasar Perdagangan Luar Negeri yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk pada Selasa (27/3) lalu, hadir perwakilan Bea Cukai Kediri menyampaikan materi KITE IKM di hadapan 40 orang peserta yang merupakan para pelaku usaha IKM yang berorientasi ekspor. "Para pelaku usaha kecil dan menengah yang ada di Nganjuk ingin menembus pasar internasional dengan produk-produk yang sudah dihasilkannya. Mereka selama ini hanya mampu memasarkan barangnya di pasar domestik saja. Dengan mengundang narasumber dari Bea Cukai Kediri dan salah satu pengusaha yang sudah berhasil memasarkan produknya di luar negeri, diharapkan mereka bisa mendapatkan informasi dan pandangan sebelum melangkah untuk mengembangkan pangsa pasarnya ke luar negeri," ujar Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk Indun dalam siaran pers, Senin (2/4/2018). Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Kediri, Adiek Marga Rahardja berkesempatan memaparkan KITE IKM. "Kami memutarkan news clip yang berkenaan tentang fasilitas KITE IKM, yaitu pada saat Presiden Joko Widodo mengunjungi Desa Tumang di Boyolali, Jawa Tengah. Sebenarnya, produk ekspor Indonesia masih kalah jauh dari negara-negara tetangga anggota ASEAN seperti Malaysia maupun Singapura. Fasilitas KITE IKM ini bisa memberikan dampak yang positif, seperti menurunkan biaya produksi, meningkatkan kapasitas dan utilitas produksi, penyerapan tenaga kerja, meningkatkan kualitas output dan keuntungan serta daya saing," jelasnya. Beberapa masukan terkait dengan fasilitas KITE-IKM dan fasilitas pembiayaan ekspor juga disampaikan dalam forum ini, seperti membuat saluran impor dan ekspor bahan baku dan hasil industri IKM yang lebih menyebar, antara lain melalui pendirian Pusat Logistik Berikat (PLB), pengaplikasian peran konsorsium pada sentra IKM, semakin dipermudahnya pengurusan Izin Usaha Industri (IUI). "Bea Cukai Kediri selalu siap membantu, mendampingi dan memberikan arahan terkait fasilitas KITE-IKM," tandasnya. (nar)

Sebelumnya Sikat Supir, 2 Perampas Truk Diringkus
Selanjutnya Siswa SMK di Wonosari Menginap di Sekolah agar Tak Telat Ikuti UNBK