Balai Karantina Ikan Ekspor 5 Kontainer Produk Ikan asal Sidoarjo

Balai Karantina Ikan Ekspor 5 Kontainer Produk Ikan asal Sidoarjo

Sidoarjo,seputarmetro.net - 5 Kontainer yang akan mengekspor produk olahan ikan ke Australia, Belgia hingga Srilanka, dilepas simbolis Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Rina. Ini sekaligus membuka acara Bulan Bakti Karantina dan Mutu Hasil Perikanan 2018 di Pusat Pasar Agrobisnis (Puspa Agro), Jemundo, Sidoarjo. Produk yang diekspor antara lain udang untuk memasak dan udang untuk budidaya hingga oalahan ikan. Semua produk yang diekspor ini berasal dari produsen di Jawa Timur. "Kali ini ada yang spesial karena kita bisa menembus Australia setelah 14 bulan produk kita tidak diizinkan masuk," ujar Rina usai melepas lima kontainer di Pusat Pasar Agrobisnis (Puspa Agro), Jemundo, Sidoarjo, Selasa (03/04/2018). Tak diperbolehkannya produk ini masuk, tambah Rina, karena pihak Australia mengindikasi udang asal Indonesia mengandung penyakit. Jenis udang untuk memasak dan budidaya ini sempat diklaim mengidap penyakit yellow head and white spot. "Namun kita terus berupaya selama 14 bulan itu untuk menjelaskan dan alhamdulillah sudah membuka pintu," lanjut Rina. Pihaknya juga mengaku telah memenuhi standart yang diterapkan di Australia. Meski potensi ekspor ke Australia bukanlah yang terbesar, namun Rina tetap percaya jika hal ini bisa ditelateni akan membuka peluang negara lain untuk menerima ekspor dari Indonesia. "Dia bukan yang terbesar, tapi dengan semakin banyak negara yang menerima produk kita, akan semakin banyak negara lain yang terbuka untuk ikut menerima ekspor," ujar Rina. Acara ini akan dihelat serentak di Pusat BKIPM dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) KIPM seluruh Indonesia, mulai 1 April hingga 2 Mei 2018. Dijadwalkan, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan membuka acara ini namun dia berhalangan hadir. Dalam acara, hadir pula Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Ketua komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi dan perwakilan dari Staf Ahli Kementerian Kelautan dan Perikanan. (her)

Sebelumnya Selundupkan Sabu, Warga Vietnam Ditangkap
Selanjutnya BNN-Bea Cukai Kediri Benarkan Adanya Kiriman Precussor Sabu